Buat akun dalam waktu kurang dari 5 menit! Daftar sekarang »

image/svg+xml
Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

4 Macam Strategi Content Marketing untuk Bisnis yang Bisa Anda Coba

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Content marketing, menurut Content Marketing Institute (CMI) adalah suatu strategi pemasaran digital yang lebih fokus pada pembuatan dan pendistribusian konten yang berkualitas, relevan, dan konsisten dengan tujuan untuk menarik audiens sehingga pada akhirnya bisa memberikan keuntungan untuk sebuah bisnis.

Menurut studi Abeerden Group, rata-rata tingkat konversi website yang menerapkan content marketing 2,5% lebih tinggi daripada website biasa, yang hanya mendapat rata-rata konversi 0,5% saja. Lalu, seberapa efektif content marketing? Menurut studi Demand Metric, strategi konten sangat efektif bagi bisnis, adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

  1. Dapat menghasilkan leads 3x lebih banyak dibandingkan strategi pemasaran tradisional
  2. Biaya yang dibutuhkan 62% lebih rendah jika dibandingkan marketing tradisional
  3. 70% responden lebih senang mengenal sebuah brand melalui konten dibandingkan iklan
  4. 82% responden merasa memiliki kesan dan opini yang positif melalui konten yang ada
  5. 72% responden merasa memiliki keterikatan dengan brand karena konten yang dibuat oleh brand tersebut.

Maka dari itu, jika saat ini Anda belum menerapkan strategi content marketing, segeralah untuk memulainya. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda terapkan dalam menjalankan strategi content marketing.

Tentukan Tujuan Marketing Anda

Jangan memulai apapun tanpa ada tujuan terlebih dahulu, termasuk dalam menjalankan content marketing. Tanpa tujuan, berarti Anda tidak memiliki sesuatu yang ingin dicapai. Ibarat bepergian tapi tidak tahu ingin ke mana.

Menentukan tujuan content marketing juga harus bertahap, misalnya dimulai dengan peningkatan brand awareness, mengubah audiens menjadi konsumen, mempertahankan loyalitas konsumen, dan seterusnya.

Dalam menentukan tujuan, Anda juga tidak boleh melupakan salah satu unsur penting lainnya, yakni angka. Angka bisa menjadi tolok ukur Anda dalam mengukur efektivitas content marketing yang Anda jalankan. Ingatlah bahwa angka adalah data – yang nantinya akan sangat Anda butuhkan dalam melakukan evaluasi perkembangan bisnis.

Tentukan Buyer Persona

Source: writena.com

Buyer persona adalah seseorang yang tidak nyata (fiktif) yang sengaja dibuat dengan karakteristik tertentu sebagai gambaran dari target pasar yang sesungguhnya. Identitas fiktif tersebut merepresentasikan target konsumen Anda yang paling potensial.

Buyer persona harus memiliki klasifikasi selengkap mungkin, dari mulai jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilannya, dan sebagainya. Dengan begitu, konten yang akan Anda buat nantinya dapat sesuai dengan apa yang diinginkan oleh target pasar Anda, sehingga nantinya akan lebih mudah mendapatkan konversi.

Tentukan Jenis Konten

Jenis konten harus disesuaikan dengan target pasar Anda, target pasar yang berbeda mungkin akan memerlukan jenis konten yang berbeda pula. Jika Anda baru memulai strategi ini, maka cobalah untuk membuat semua jenis konten yang bisa Anda buat, tentunya dengan tetap memperhatikan popularitas konten tersebut. Berikut adalah beberapa konten yang cukup populer:

1. Artikel

 Sebagai jenis konten yang paling banyak digunakan, artikel biasanya dipublikasikan melalui blog ataupun website bisnis Anda. Dalam content marketing, artikel harus dibuat berdasarkan kebutuhan audiens dan harus dipublikasikan secara rutin agar bisa mempertahankan konsumen dan tentu saja untuk menarik audiens baru ke website Anda.

2. Infografik
Source: contentcrossroads.com

Infografik sangat efektif digunakan untuk menyampaikan banyak informasi dalam bentuk visual. Informasi yang dimaksud biasanya merupakan rangkuman data-data yang memiliki hubungan dengan produk Anda, sehingga secara tidak langsung dapat meyakinkan audiens untuk memilih produk Anda.

3. Video

Video merupakan konten yang dapat dengan mudah tersebar di seluruh platform media sosial bahkan secara sukarela. Bahkan, menurut HubSpot, konten video 40x lipat lebih mungkin dibagikan di media sosial jika dibandingkan jenis konten lainnya.

Evaluasi Konten

Setelah content marketing Anda sudah berjalan, dan telah menerbitkan banyak postingan, maka saatnya bagi Anda untuk melakukan evaluasi dan review atas konten yang sudah Anda buat sebelumnya.

Dengan adanya evaluasi konten, Anda akan bisa menemukan konten seperti apa yang paling digemari audiens, konten mana saja yang bisa menghasilkan konversi tinggi, dan sebagainya. Dengan begitu, kedepannya Anda akan bisa menentukan jenis konten apa yang harus Anda buat.

Demikian pembahasan mengenai 4 macam strategi content marketing. Agar bisnis Anda semakin berkembang, Anda juga perlu melakukan inovasi-inovasi berbasis teknologi, misalnya dengan melibatkan payment gateway.

Dengan adanya payment gateway, Anda bisa menerima pembayaran di website Anda dari berbagai bank dan dari berbagai metode pembayaran seperti transfer antarbank, kartu kredit/debit, ataupun outlet retail seperti Alfamart dan Indomaret.

Xendit, salah satu platform penyedia payment gateway di Indonesia, dapat membantu bisnis Anda untuk berkembang dengan strategi yang tepat. Melalui Xendit, Anda dapat memberikan nilai lebih kepada konsumen dalam hal kenyamanan dan keamanan transaksi online di website Anda.

Cari tahu selengkapnya mengenai Payment Gateway Terbaik di website kami atau segera daftar dan coba demo gratis Xendit sekarang!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait