Buat akun dalam waktu kurang dari 5 menit! Daftar sekarang »

image/svg+xml
Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

Memahami Definisi, Tips, dan Cara Menghitung Margin

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Istilah omzet, profit, dan margin adalah sesuatu yang umum dan sering dibicarakan di kalangan para pengusaha. Anda mungkin juga sering mendapatkan pertanyaan tentang ketiga hal tersebut. Namun, apakah ketiganya sama? Sudah jelas, ketiganya adalah hal yang berbeda.

Simak ulasan berikut ini untuk membantu Anda memahami lebih jauh apa itu omzet, profit, dan margin.

Definisi Omzet, Profit, dan Margin

Agar Anda dapat lebih mudah memahami ketiganya, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah definisi dari masing-masing istilah tersebut.

Omzet merupakan hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu sebelum dikurangi biaya apapun, atau lebih dikenal dengan pendapatan kotor. Profit adalah uang yang Anda hasilkan dari penjualan dalam jangka waktu tertentu dengan sudah dikurangi biaya lain-lain, atau juga dikenal dengan pendapatan bersih. Sementara margin adalah persentase keuntungan dari produk yang Anda jual.

Cara Menghitung

Cara Menghitung Omzet, Margin, dan Profit
Source: freepik.com

Perhitungan omzet cukup sederhana, Anda hanya perlu mengalikan harga dengan jumlah produk yang berhasil terjual. Misalnya, jika pada periode ini Anda berhasil menjual 1000 produk dengan harga masing-masing produk Rp20.000,- maka omzet Anda pada periode tersebut adalah Rp20.000.000,-

Profit dihitung dengan mengurangkan omzet dengan biaya-biaya lain seperti harga pokok penjualan, harga pokok produksi, gaji pegawai, beban usaha, retur penjualan, pajak, dll. Hasil dari perhitungan ini disebut dengan profit atau penghasilan bersih.

Bagaimana dengan margin? Seperti definisi di atas, margin adalah persentase keuntungan dari suatu produk. Jadi menghitung margin adalah dengan cara membagi keuntungan dengan modal dikali 100% (Margin= Keuntungan : Modal x 100%).

Contoh Perbedaan Omzet, Profit, dan Margin

Untuk membantu Anda memahami perbedaan omzet, profit, dan margin dengan lebih baik, lihatlah contoh pembahasan di bawah ini:

Sebuah pabrik smartphone berhasil menjual 3000 unit smartphone dengan harga Rp2.800.000,- per unit. Untuk memproduksi dan memasarkan ponsel tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp2.450.000,- maka:

Total Omzet: 3000 x Rp2,8 juta = 8,4 miliar.

Profit: Rp2.800.000 – Rp2.450.000 = Rp350.000 per unit.

Margin: Rp350.000 : Rp2.450.000 x 100% = 14,3%.

Tips Meningkatkan Omzet, Profit, dan Margin

Tips Meningkatkan Omzet, Profit, dan Margin
Source: freepik.com

A. Meningkatkan Omzet

Jika Anda ingin meningkatkan omzet, ada banyak cara yang bisa ditempuh, misalnya memfokuskan upaya pemasaran pada pasar yang paling potensial, memperbanyak saluran distribusi penjualan, dan masih banyak lagi. Omzet besar dapat tercapai apabila Anda mampu menciptakan perputaran produk dengan cepat. 

B. Meningkatkan Profit

Anda dapat meningkatkan profit melalui berbagai cara, mulai dari melakukan penghematan biaya produksi (misalnya mencari supplier lain yang mampu menyediakan bahan baku lebih murah dan kualitas yang setara), meningkatkan kualitas dan menambah nilai produk (sehingga Anda dapat menjualnya dengan harga lebih tinggi), melakukan quality control dengan ketat (mengurangi risiko retur akibat cacat produksi), dan masih banyak lagi.

C. Meningkatkan Margin

Peningkatan margin adalah erat kaitannya dengan harga produk yang nantinya akan Anda jual. Semakin besar margin yang diambil, maka harga produk Anda akan semakin mahal. Lihatlah contoh kasus di atas, perusahaan smartphone tersebut bisa saja menjual smartphone dengan harga di atas Rp2,8 juta, namun ini akan memunculkan masalah baru.

Produk yang dijual terlalu mahal akan sulit terjual, apalagi jika di pasar tersebut ada produk sejenis dengan kualitas yang sama dengan harga lebih murah. Maka dari itu, Anda harus mempertimbangkan dengan matang ketika akan menentukan margin keuntungan. Jangan terlalu besar maupun terlalu kecil. Maka dari itu, memahami margin adalah salah satu hal yang diperlukan dalam penjualan online.

Kini, Anda telah memahami perbedaan antara omzet, profit, dan margin. Hal tersebut sangat berguna untuk meningkatkan penjualan online. Agar nantinya penjualan online berjalan dengan lancar dan efektif, pastikan Anda dapat menyediakan metode pembayaran yang sesuai dengan preferensi pelanggan.

Menerima pembayaran sesuai dengan preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bagi bisnis Anda. Dengan Xendit, Anda dapat menerima pembayaran melalui berbagai metode, mulai dari e-wallet, virtual account (transfer bank), kartu kredit/debit, gerai retail, hingga cicilan tanpa kartu kredit.

Untuk semakin meningkatkan penjualan, buat dan kelola tagihan dengan mudah dan bagikan payment link kepada pelanggan dengan xeninvoice. Dapatkan notifikasi real-time ketika Anda menerima pembayaran dan monitor transaksi dalam satu dashboard.

Daftar sekarang tanpa dikenakan biaya pengaturan dan perawatan, hanya bayar sesuai penggunaan. Cari tahu selengkapnya mengenai Payment Gateway Terbaik di website kami atau segera daftar dan coba demo gratis Xendit sekarang!

Daftar Xendit sekarang

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait