Buat akun gratis dalam 5 menit! Daftar sekarang

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

Mengenal Konsep Marketing 4.0 dan Bagaimana Cara Kerjanya

Xendit
Terakhir diperbarui: Juli 14, 2020
 •  3 min read

Marketing 4.0 adalah pendekatan terbaru pemasaran yang mengacu pada pola perilaku konsumen di era digital yang dikenal dengan kerangka kerja 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate). Kerangka kerja 5A hadir untuk menggantikan kerangka kerja sebelumnya yaitu 4A (Awareness, Attitude, Act, dan Act Again.

Sebelum segala sesuatu menjadi serba terhubung seperti sekarang (rata-rata perusahaan masih menggunakan kerangka kerja 4A), channel pemasaran yang digunakan sebuah perusahaan mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara signifikan. Tetapi sekarang, kerangka kerja 4A dianggap kurang relevan, dan harus berevolusi untuk bisa beradaptasi.

Di era konektivitas seperti sekarang, konsumen cenderung lebih terhubung dengan rekan-rekan mereka, dan sering meminta pendapat ketika akan membeli sesuatu. Selain itu, konsumen juga sangat bergantung pada rating dan review online tentang suatu produk. Jadi, jumlah opini, ulasan, rekomendasi positif atau negatif yang ada di internet akan memperkuat atau melemahkan daya tarik suatu produk.

Dari Marketing 1.0 ke Marketing 4.0

Source: blog.trustsourcing.com

Menurut Kotler penulis buku Marketing 4.0, pemasaran telah berkembang dari semula yang berorientasi pada produk (Marketing 1.0), kemudian berorientasi pada pelanggan (Marketing 2.0), dan berorientasi pada manusia (Marketing 3.0).

Pada era Marketing 1.0, perusahaan lebih berfokus pada bagaimana menjual produk sebanyak mungkin, tanpa terlalu memikirkan persepsi dari konsumen. 

Pada tahap berikutnya (Marketing 2.0) perusahaan menjual produk sambil menyentuh hati konsumennya. Pada tahap 2.0, perusahaan berusaha membangun ikatan emosional dengan konsumen. Namun lagi-lagi, cara ini dianggap usang karena menganggap konsumen sebagai individu yang pasif.

Pada era Marketing 3.0, konsumen tidak lagi dianggap sebagai objek pasif. Konsumen adalah manusia yang memiliki akal, mampu berpikir, memiliki cita-cita dan harapan. Perusahaan tidak hanya sekadar memasarkan produk, tetapi juga harus memiliki visi, misi, dan value yang sejalan dengan konsumennya.

Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul Marketing 4.0 yang memberikan cara baru kepada perusahaan untuk melakukan pendekatan ke konsumen. Didukung dengan teknologi yang semakin canggih dan analisis big data, perusahaan dapat menjangkau konsumen dengan lebih manusiawi. Perusahaan semakin mudah mengenali siapa konsumennya, dan interaksi antara perusahaan dan konsumen menjadi sesuatu yang sangat personal.

Dari “Aware” Menjadi “Advocate”

Selain berisi panduan tentang bagaimana memahami pasar yang semakin dinamis, Marketing 4.0 juga memberikan banyak insight baru yang perlu dipertimbangkan oleh para pemasar. Salah satunya adalah paradoks online dan offline.

Segala sesuatu telah beralih menjadi serba online, namun bukan berarti Anda dapat mengabaikan offline world begitu saja. Sentuhan fisik tetap menjadi aspek penting bagi konsumen.

Lihatlah Amazon, mereka justru membuka toko fisik. Bukan hanya itu, di tengah media online sedang menggusur media cetak, bos Amazon justru membeli The Washington Post.

Orang dapat dengan mudah membaca berita secara online, tetapi mereka tetap menonton berita di televisi untuk memverifikasi kebenaran dari berita tersebut atau untuk melihat liputan mendalam.

Demikian juga marketplace, mereka adalah salah satu penyebab banyaknya gerai offline yang tutup, tetapi mereka (Tokopedia, Shopee, Bukalapak) tetap menghabiskan banyak uang untuk beriklan di media konvensional (TV).

Ujungnya adalah, Marketing 4.0 bukan hanya menjadikan konsumen mengenali produk dari suatu brand (aware), menyukai (appeal), mencari tahu tentang produk tersebut (ask), memutuskan untuk membeli (act), tetapi juga melakukan pembelian berulang serta merekomendasikan produk tersebut ke orang lain (advocate).

Demikian pembahasan mengenai Marketing 4.0 dan cara kerjanya. Ingin bisnis Anda semakin berkembang? Integrasikan website toko online Anda dengan payment gateway agar bisa menerima pembayaran secara langsung di website Anda.

Xendit adalah payment gateway terbaik di Indonesia yang dapat membantu bisnis Anda semakin berkembang. Dengan adanya payment gateway Xendit, semua transaksi online Anda akan berjalan secara otomatis tanpa perlu konfirmasi manual. 

Xendit juga telah menggunakan API CyberSource yang merupakan perusahaan pengelola pembayaran terbesar di dunia yang berada di bawah naungan VISA, sehingga bisnis Anda akan mendapatkan nilai lebih di mata konsumen dalam hal keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

Daftar sekarang juga dan nikmati layanan free trial dari Xendit dengan fitur-fitur lengkap, full support dari tim Xendit, serta transisi mudah untuk aktivasi akun pemilik usaha. Apabila memiliki pertanyaan lainnya terkait produk Xendit, Anda bisa menghubungi tim Xendit melalui contact us.

Artikel terkait

You’re currently on our [current] site. Would you like to visit our [suggest] site instead?