image/svg+xml

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

4 Cara Menyusun Budgeting agar Bisnis Berkembang

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Memikirkan budgeting adalah salah satu landasan dalam berbisnis. Dengan budgeting yang tepat maka bisnis akan berjalan sesuai rencana. Namun demikian, tidak banyak pebisnis yang benar-benar memahami budgeting.

Apa itu budgeting?

Budgeting adalah proses perencanaan atau manajemen anggaran untuk memperkirakan pengeluaran untuk kebutuhan di masa mendatang.

Perencanaan tersebut diukur dari peristiwa masa lalu, risiko masa depan yang berbaur menjadi data. Perencanaan tersebut kemudian dirinci dan dianalisis sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Biasanya, untuk kebutuhan bisnis, budgeting atau perencanaan anggaran dilakukan untuk satu periode mendatang. Pebisnis melakukan perencanaan yang matang, dan apabila ada kejadian luar biasa, dapat disesuaikan dengan cepat dan tepat.

Lalu, apa fungsi dari budgeting?

Pertama, Anda perlu memantapkan bisnis agar berjalan sesuai rencana dan komitmen. Pengeluarannya memiliki perkiraan angka yang tidak dilebih-lebihkan. Kedua, pedoman untuk mengambil keputusan agar nantinya tidak gegabah ketika mengeluarkan uang.

Ketiga, kendali atas program yang telah dilakukan. Keempat, sebagai bahan review terhadap keuangan sehingga bisa menentukan sumberdaya yang digunakan. Kelima, mengelola sisa keuangan agar bisa digunakan pada periode selanjutnya.

Dengan mengetahui fungsi tersebut, pebisnis dapat memahami bagaimana budgeting perlu dilakukan agar bisnis terencana dengan baik.

Lalu, bagaimana cara menyusun budgeting dengan tepat? Simak baik-baik terutama bagi Anda yang baru memulai bisnis.

1. Tentukan Tujuan yang Ingin Diperoleh

Akan menjadi aneh apabila Anda berbisnis tetapi tidak memiliki tujuan yang pasti. Begitu pula ketika Anda sedang menyusun budgeting. Anda harus memahami untuk apa menyusun budget dengan nominal banyak.

Apakah untuk peningkatan keahlian karyawan agar penjualan produk meningkat? Atau untuk membeli tools sebagai penunjang bisnis?

Jika iya, Anda perlu merinci dengan detail. Misal untuk keahlian karyawan.

a. Apa fungsi mengikutkan karyawan dalam pelatihan marketing?

b. Bagaimana memilih karyawan yang berhak mengikuti pelatihan marketing?

c. Apa output yang dicapai setelah mengikuti pelatihan marketing?

d. Berapa biaya yang dibutuhkan tiap karyawan untuk mengikuti pelatihan marketing?

Pertanyaan-pertanyaan di atas fungsinya untuk mengatur budgeting yang dikeluarkan. Selain itu, menyesuaikan sumber daya yang akan diikutkan.

Ketika memahami tujuan maka aktivitas budgeting mampu membantu bisnis Anda terkontrol.

2. Memahami Variable Cost dan Fixed Cost

Anda perlu memahami hal tersebut supaya Anda mampu menentukan prioritas. Mana biaya yang bisa didahulukan dan mana biaya yang digunakan tidak dalam waktu dekat.

Fixed cost meliputi upah karyawan, perlengkapan bisnis, dan biaya sewa tempat (jika menyewa). Sedangkan variable cost meliputi pelatihan karyawan, penambahan marketing tools, atau biaya yang hanya muncul sewaktu-waktu.

Budgeting yang tepat mampu mengantar Anda untuk mengatur bisnis dengan baik.

3. Menyediakan Sarana Informasi yang Memadai

Anda perlu memahami bahwa informasi yang detail dan komprehensif membuat budgeting tertata dengan baik dan benar. Misal produk C. Berapa ukuran produk? Memiliki garansi atau tidak? Apakah harga bisa mendapat diskon untuk pemegang kartu kredit?

Informasi yang jelas juga membantu Anda mengurangi biaya yang tidak diperlukan. Sehingga bisa menghemat pengeluaran. Tentu saja hal ini baik bagi perkembangan bisnis Anda.

4. Budgeting Sebagai Rencana Jangka Panjang

Yang perlu Anda ketahui dari budgeting bahwa tidak hanya menyusun anggaran tepat sasaran melainkan juga pertumbuhan jangka panjang. Sebagai contoh Anda menggunakan budgeting untuk Facebook Ads.

Tujuan Anda tidak sekadar program Facebook Ads terlaksana melainkan juga bagaimana penggunaan iklan berbayar mampu meningkatkan penjualan produk Anda.

Budgeting akan menjadi sia-sia apabila nantinya justru anggaran yang digunakan tidak memiliki dampak pada bisnis Anda.

Menerapkan budgeting dengan baik adalah cara terjitu untuk mengelola bisnis Anda. Agar bisnis Anda makin berkembang, pastikan pula metode pembayaran Anda sesuai dengan preferensi pelanggan.

Menerima pembayaran sesuai dengan preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bagi bisnis Anda. Dengan Xendit, Anda dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual account (transfer bank), kartu kredit/debut, gerai retail dan cicilan tanpa kartu kredit.

Daftar sekarang tanpa dikenakan biaya pengaturan dan perawatan, hanya bayar sesuai penggunaan. Cari tahu selengkapnya mengenai Xendit di website kami atau segera daftar dan coba demo gratis Xendit sekarang!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait