Buat akun gratis dalam 5 menit! Daftar sekarang

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

4 Kesalahan Beriklan pada Instagram Ads yang Berisiko Kegagalan

Xendit
Terakhir diperbarui: Juli 14, 2020
 •  3 min read

Anda harus melakukan berbagai pengujian terhadap konten iklan yang akan Anda gunakan untuk promosi di media sosial. Sebab, dengan cara ini Anda bisa mengetahui seberapa besar minat audiens terhadap kampanye iklan Anda. Khususnya pada platform media sosial Instagram yang memiliki banyak pengguna yang dapat Anda jaring sebagai calon pembeli potensial. Apalagi jika Anda berencana memasang iklan di Instagram Ads, Anda harus menyiapkan konten yang relevan dengan target pasar Anda.

Meskipun Anda sudah melakukan pengujian, hal ini pun belum tentu menjamin kesuksesan Anda dalam beriklan. Apalagi jika Anda tidak melakukannya terlebih dahulu, maka Anda hanya mengeluarkan budget untuk iklan yang hasilnya belum tentu optimal. Selain itu, masih banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh marketer dalam beriklan di Instagram Ads, seperti hal-hal berikut ini.

1. Tidak Menganalisis Relevansi Produk yang Dijual dengan Target Pasar

Source: freepik.com

Ketika Anda menjual produk secara online atau melalui platform media sosial, tentu saja kompetitor Anda yang menjual produk serupa sangat banyak. Maka dari itu, jika Anda tidak menganalisis terlebih dahulu relevansi produk yang akan Anda jual dengan target pasar, bisnis Anda bisa kalah saing. Dengan menganalisis relevansi produk dan target pasar, Anda bisa mencari celah atau peluang market yang tepat dan berpotensi mendatangkan profit. Selain itu, produk yang Anda jual di platform media sosial lain seperti Facebook, belum tentu cocok untuk dijual di Instagram. Inilah pentingnya analisis relevansi produk dan target pasar.

2. Tidak Menerapkan Teknik Copywriting yang Efektif

Source: freepik.com

Skill copywriting memang tidak bisa Anda dapatkan secara instan, perlu berlatih secara terus-menerus untuk menjadi mahir. Jika kegagalan dalam beriklan di Google Ads masih sering Anda alami, sebaiknya Anda melakukan evaluasi kembali. Bisa saja hal ini disebabkan karena teknik copywriting yang Anda terapkan masih belum optimal atau salah strategi.

Selanjutnya, Anda bisa mengasah kemampuan copywriting atau menerapkannya secara efektif berdasarkan strategi-strategi yang direkomendasikan oleh pakar di bidangnya. Dengan mengikuti cara-cara penerapan copywriting untuk Instagram Ads yang telah teruji, setidaknya Anda telah mengurangi risiko kegagalan yang mungkin terjadi.

3. Video dan Gambar yang Diiklankan Kurang Menarik

Source: adweek.com

Anda tidak bisa fotografi ataupun videografi tidak bisa menjadi alasan untuk tidak membuat gambar/video yang bagus untuk iklan Anda. Coba amati bagaimana video atau gambar yang bagus untuk sebuah iklan. Jika gambar atau video Anda masih jelek, jangan malas untuk membuat gambar atau video yang bagus. Tools, aplikasi editing, dan jasa videografer atau fotografer sudah banyak bertebaran. Tinggal kita saja yang mau proaktif untuk menggunakannya atau tidak.

4. Berhenti Mencoba Saat Gagal Split Test

Source: adespresso.com

Split test atau pengujian berulang sebelum mengiklankan produk memang tidak menjamin 100% keberhasilan promosi yang Anda lakukan. Untuk mencapai kesuksesan Anda harus menggunakan strategi iklan yang tepat. Dalam hal ini, anda harus menemukan winning campaign sebagai usaha lebih untuk keberhasilan kampanye. Biasanya pada saat split test baru dilakukan beberapa kali dan hasilnya mendekati gagal, seringkali pebisnis berhenti mencoba. Inilah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan, hingga cara yang tepat untuk mengiklankan produk Anda ditemukan.

Itulah penjelasan tentang kesalahan-kesalahan beriklan dengan Instagram Ads yang dapat berisiko kegagalan. Dengan demikian Anda bisa menciptakan strategi beriklan yang efektif dan dapat mendorong audiens melakukan pembelian.

Jika Anda telah berhasil mendorong audiens Anda untuk melakukan transaksi, maka selanjutnya Anda harus mengupayakan kemudahan transaksi yang akan mereka lakukan. Anda perlu memikirkan sistem transaksi yang bisa langsung dilakukan melalui website. Hal ini ditujukan agar calon pembeli Anda dapat langsung membayar pesanannya saat itu juga. Untuk mengakomodasi penerimaan pembayaran melalui berbagai metode, Anda perlu menggunakan layanan payment gateway seperti Xendit.

Fungsi dari Xendit bisnis Anda adalah untuk mengintegrasi berbagai metode pembayaran yang dilakukan oleh pembeli. Metode pembayaran yang dapat digunakan pembeli yaitu melalui transfer bank, kartu kredit, virtual account, maupun retail outlet seperti Alfamart. Jadi pembeli dari berbagai kalangan bisa melakukan transaksi dengan mudah untuk membeli produk Anda.Jika Anda memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar payment gateway atau sistem penerimaan pembayaran untuk website, jangan ragu menghubungi Tim Xendit. Saat ini, Anda juga dapat memanfaatkan layananfree trial yang disediakan Xendit secara gratis.

Artikel terkait

You’re currently on our [current] site. Would you like to visit our [suggest] site instead?