Buat akun gratis dalam 5 menit! Daftar sekarang

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

Perbedaan antara Buzzer dan Influencer yang Perlu Anda Ketahui

Xendit
Terakhir diperbarui: Juli 14, 2020
 •  3 min read

Dalam dunia digital marketing, keberadaan buzzer dan influencer sangat dibutuhkan oleh sebuah brand. Buzzer dan influencer muncul dari teknik pemasaran yang disebut buzz marketing dan influencer marketing. Keduanya memiliki fungsi yang sekilas hampir sama, itulah mengapa banyak orang yang masih kesulitan untuk membedakan antara buzzer dan influencer. Lalu, apa perbedaan antara buzzer dan influencer? Berikut adalah penjelasannya.

Asal Istilah

Source: mediakix.com

Buzzer berasal dari kata buzz yang berarti berdengung, dengungan, desas desus, atau rumor. Sesuai dengan definisi tersebut, seorang buzzer memang bertugas untuk menyampaikan serangkaian atau sebagian informasi secara berulang-ulang dengan tujuan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Sementara influencer berasal dari kata influence yang berarti mempengaruhi. Dengan demikian, influencer berarti orang yang dapat memberikan pengaruh, khususnya mampu menggiring opini audiens. Berbeda dengan buzzer, seorang influencer perlu mendapatkan kepercayaan dan memiliki skill khusus untuk bisa meyakinkan pengikutnya.

Jumlah Followers

Dilihat dari jumlah followers, seorang buzzer tidak harus memiliki banyak followers. Dengan kata lain, buzzer bukanlah seseorang yang terkenal ataupun publik figur. Buzzer seringkali tidak sendirian dalam menjalankan tugasnya, mereka bekerja dalam sebuah tim yang biasanya terdiri hingga belasan orang.

Sementara influencer biasanya memiliki jumlah followers yang cukup banyak, mulai dari ribuan sampai dengan jutaan. Jadi tidak mengherankan jika seorang influencer juga biasanya merupakan seorang publik figur. Tidak seperti buzzer, influencer bekerja seorang diri melalui akun media sosial pribadinya.

Cara Kerja

Buzzer bekerja dengan cara memberikan informasi atau mempromosikan sesuatu berkali-kali agar menjadi viral atau trending, sehingga ramai diperbincangkan oleh banyak orang. Buzzer juga sering mengelola lebih dari satu akun media sosial untuk mencapai tujuan tersebut. Inilah mengapa buzzer lebih cocok digunakan untuk meningkatkan brand awareness.

Sementara influencer lebih mengutamakan sosok seseorang yang memiliki karakter sesuai kebutuhan brand dan dapat memberikan pengaruh kepada target konsumen, sehingga influencer lebih cocok digunakan jika suatu brand ingin meningkatkan konversi. Tidak seperti buzzer, influencer tidak melakukan promosi berkali-kali, melainkan hanya sekali atau dua kali saja. Namun, konten yang dihasilkan biasanya lebih mendetail, misalnya menjelaskan kelebihan suatu produk, tutorial penggunaan produk, ataupun alasan mengapa pengikutnya harus membeli produk tersebut.

Engagement Rate

Source: youthmanual.com

Engagement rate atau tingkat keterlibatan audiens pada buzzer biasanya lebih rendah daripada influencer. Dengan pola penyebaran informasi yang berulang-ulang, audiens cenderung menghindari para buzzer ini. Namun demikian, bukan berarti audiens tersebut kehilangan rasa ketertarikannya terhadap sesuatu yang dipromosikan. Audiens mungkin akan melakukan riset untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dibicarakan oleh buzzer.

Sementara tingkat keterlibatan pada influencer biasanya jauh lebih tinggi karena pola komunikasi yang lebih personal. Kemampuan seperti inilah yang biasanya dibutuhkan oleh suatu brand untuk menghasilkan konversi yang lebih tinggi.

Indikator Keberhasilan

Buzzer dianggap berhasil jika mampu membuat suatu topik atau produk tertentu menjadi trending atau viral, sehingga menarik perhatian dan dibicarakan banyak orang. Sementara influencer dianggap berhasil jika produk yang dipromosikan menghasilkan konversi yang tinggi.

Dilihat dari indikator keberhasilan, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Fokus utama dari buzzer adalah menjangkau lebih banyak orang, sementara fokus dari influencer adalah mengajak pengikutnya untuk melakukan sesuatu (biasanya pembelian produk atau berlangganan).

Demikian pembahasan mengenai perbedaan mendasar antara buzzer dan influencer yang perlu Anda ketahui. Agar bisnis Anda semakin berkembang, integrasikan website toko online Anda dengan payment gateway agar bisa menerima pembayaran secara langsung di website Anda.

Xendit adalah payment gateway terbaik di Indonesia yang dapat membantu bisnis Anda semakin berkembang. Dengan adanya payment gateway Xendit, semua transaksi online Anda akan berjalan secara otomatis tanpa perlu konfirmasi manual.

Xendit juga telah menggunakan API CyberSource yang merupakan perusahaan pengelola pembayaran terbesar di dunia yang berada di bawah naungan VISA, sehingga bisnis Anda akan mendapatkan nilai lebih di mata konsumen dalam hal keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

Daftar sekarang juga dan nikmati layanan free trial dari Xendit dengan fitur-fitur lengkap, full support dari tim Xendit, serta transisi mudah untuk aktivasi akun pemilik usaha. Apabila memiliki pertanyaan lainnya terkait produk Xendit, Anda bisa menghubungi tim Xendit melalui contact us.

Artikel terkait

You’re currently on our [current] site. Would you like to visit our [suggest] site instead?