image/svg+xml

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

Gunakan Emoji Sebagai Marketing Strategy dalam Bisnis Anda

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Satu gambar berjuta makna. Kata-kata tersebut sering kali hadir di status media sosial. Meskipun tanpa teks, gambar bisa menjadi marketing strategy yang menarik. Kini, gambar tersebut tak melulu foto. Melainkan berganti emoji.

Ketika pelanggan Anda adalah generasi milenial maka memberikan respons dalam bentuk emoji sangatlah tepat. Saat ini, emoji adalah salah satu marketing strategy yang bisa meningkatkan penjualan.

Untuk mengenal lebih dalam, silakan simak baik-baik apa itu emoji dan bagaimana penggunaannya dalam marketing strategy.

Apa itu Emoji?

Emoji adalah gambar mini yang berupa wajah, objek, atau kegiatan. Dari tahun ke tahun emoji selalu update tidak hanya di piranti komputer melainkan juga handphone. Perkembangan ini tak lepas dari penemuan baru, misal, kegiatan yang lagi trend.

Emoji, dalam memberikan pesan, maknanya lebih dalam. Biasanya langsung mengena ke pelanggan. Sehingga, mampu membikin pelanggan lebih nyaman dan merasa dihargai.

Bentuk emoji bisa berupa wajah senyum, secangkir kopi, atau mengendarai sepeda. Seperti yang terjadi saat ini, emoji sepeda atau mengendarai sepeda sedang tren. Hal itulah yang bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan tren.

Sebelum emoji hadir, terdapat emoticon. Namun, emoticon biasanya hanya menghadirkan dua tanda seperti 🙂 atau :(. Tanda tersebut sudah jarang digunakan. Apalagi saat ini eranya smartphone. Emoji lebih menarik perhatian hati dalam marketing strategy.

Bagaimana Penggunaannya dalam Marketing Strategy?

Anda mungkin sering melihat emoji di media sosial. Ketika akun-akun verified di Twitter atau Instagram memberi gambar love atau jempol saat merespons tanggapan.

Sebenarnya, langkah tersebut tepat. Sebab, dengan emoji, mereka dapat meningkatkan engagement. Tidak hanya itu, melainkan juga memberi konteks pada pesan, dan lebih dekat dengan pelanggan.

1. Mengelola Brand

Ketika Anda memulai bisnis, dan baru saja membuat akun di media sosial maka cobalah mencuitkan teks atau mengunggah postingan diakhiri dengan emoji. Biasanya, emoji yang dipilih adalah jempol, love, jabat tangan, atau mengatupkan tangan.

Hal tersebut mampu menanamkan bahwa brand yang Anda bangun, ramah kepada pelanggan. Tidak perlu Anda berderet-deret dalam memberikan emoji. Satu sudah lebih dari cukup.

Tidak hanya dalam unggahan, Anda bisa menaruh emoji di profil media sosial. Ia akan menghadirkan makna yang berbeda. Sehingga, brand Anda tidak dipandang sebelah mata namun brand yang responsif dan milenial.

2. Konteks Pada Konten

Memberikan emoji adalah menghadirkan konteks. Hal ini dibenarkan dalam marketing strategy. Pelanggan terkadang justru lebih memahami maksud promosi atau penawaran Anda ketika menggunakan emoji. Biasanya, Anda perlu meletakkan di akhir penawaran.

Di media sosial, seperti contoh Twitter hanya terbatas 280 karakter. Agar lebih hemat dalam menyampaikan pesan, teks diganti dengan emoji. Pembaca pasti akan menilai bahwa konten yang disampaikan menarik. Visual dan emoji memiliki makna tambahan. Cobalah untuk memulainya.

3. Lebih Dekat ke Pelanggan

Pernahkah Anda mendapatkan pesan panjang kemudian diakhiri dengan emoji? Jika iya, hal tersebut telah jamak dilakukan para pebisnis. Mereka melakukannya karena ingin menggaet target pasar milenial.

Acapkali Anda akan sering menemukan sebuah pesan singkat dari milenial. Bahkan, teks yang ditampilkan tidaklah banyak. Yang banyak justru emoji dan bisa berderet-deret.

Anda tidak perlu heran. Justru Anda perlu mengikuti gaya mereka. Sebab, marketing strategy yang adaptif mampu meningkatkan penjualan bisnis Anda. Tak perlu merasa gengsi untuk memberikan emoji kepada mereka.

Setelah memahami salah satu marketing strategy yaitu emoji maka yang perlu Anda lakukan adalah segera menerapkannya. Agar bisnis Anda makin berkembang, pastikan pula metode pembayaran Anda sesuai dengan preferensi pelanggan.

Menerima pembayaran sesuai dengan preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bagi bisnis Anda. Dengan Xendit, Anda dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual account (transfer bank), kartu kredit/debut, gerai retail dan cicilan tanpa kartu kredit.

Daftar sekarang tanpa dikenakan biaya pengaturan dan perawatan, hanya bayar sesuai penggunaan. Cari tahu selengkapnya mengenai Xendit di website kami atau segera daftar dan coba demo gratis Xendit sekarang!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait