Buat akun dalam waktu 5 menit dan segera terima pembayaran.

image/svg+xml

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

Direct Debit: Inovasi Terkini untuk Metode Pembayaran yang Tepat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Transaksi ekonomi berbasis digital telah berlangsung sejak lama di Indonesia. Sebelum kehadiran Tokopedia atau Bukalapak, orang-orang saat itu sudah mulai transaksi secara online. Salah satu forum yang mewadahi hal tersebut adalah Kaskus. Transfer antarbank dengan pergi ke ATM menjadi pilihan rasional untuk metode pembayaran sebelum hadirnya direct debit.

Pada era tersebut, transfer bank menjadi pilihan utama meskipun telah hadir pula rekening bersama. Penjual cukup menyebutkan angka transaksi. Kemudian, pelanggan pergi ke ATM untuk mentransfer sejumlah dana. Ketika bukti transaksi berhasil dicetak, bukti tersebut difoto untuk kemudian dikirim ke penjual.

Ada hal yang menarik ketika melakukan transaksi tersebut. Penjual biasanya memberikan angka unik di tiga digit terakhir. Misal, transaksi senilai Rp200.000 maka penjual akan memberikan angka Rp200.324. Hal ini untuk membedakan transaksi antarpembeli. 

Inovasi dari Virtual Account

Virtual account adalah metode pembayaran baru yang memberikan angka unik untuk transaksi. Ada rasa aman dan nyaman ketika, baik penjual maupun pembeli, menggunakan virtual account. Transaksi lebih mudah dan cepat.

Sejak beralihnya dari transfer bank ke virtual account memang ada kepercayaan yang tumbuh dalam diri pelanggan maupun penjual. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, metode pembayaran kian berinovasi. Hadirnya e-wallet dan direct debit menjadi pilihan yang menarik bagi mereka.

Efek inovasi tersebut berdampak pada penggunaan virtual account. Pada tahun 2019 transaksi menggunakan virtual account mencapai 43%. Namun, persentase tersebut turun ketika memasuki tahun 2020. Turun sebesar 14% sehingga menjadi 29%.

Yang Baru dari E-Wallet

Hadirnya e-wallet memang memberikan variasi dalam metode pembayaran. Apalagi keunggulan dari e-wallet adalah pengguna tidak perlu repot untuk membawa uang tunai. Dananya bisa disimpan di e-wallet. Lebih praktis dan sistem keamanannya terjamin.

Namun demikian, e-wallet bukannya tanpa cela. Dari sekian keunggulan yang tersedia, ada satu batasan dari e-wallet. Ketika pengguna ingin bertransaksi dalam jumlah yang besar maka ada batasan nominal yaitu Rp10 juta. Oleh karena itu, transaksi e-wallet biasanya lebih ke nilai di bawah Rp10 juta. 

Direct Debit Sebagai Sebuah Alternatif

Untuk mengatasi hal dalam jumlah besar, beberapa bank berinovasi untuk menciptakan metode pembayaran yang lebih baik. Metode tersebut kini lazim digunakan sebagian besar bank di Indonesia. Metode pembayaran ini dinamakan direct debit.

Direct debit memang membuatnya menjadi lebih mudah. Pengguna bisa langsung transfer tanpa harus menunggu one-time password (OTP). Pengguna cukup mengklik satu per satu sesuai petunjuk. Direct debit sangat cocok digunakan bagi media daring, perusahaan telekomunikasi atau pelayanan SaaS.

Xendit sebagai payment gateway terbaik di Indonesia telah berkolaborasi bersama BRI di Indonesia dan BPI di Filipina sejak 2020. Direct debit bisa menjadi potensi yang baik sebagai metode pembayaran masa kini.

Jika mengacu pada data terkini, ada peningkatan cukup baik dalam penggunaan direct debit. Tahun 2019 memang belum terjadi apa-apa. Namun, sejak tahun 2020, terutama setelah berkolaborasi, ada 5% pengguna yang memanfaatkan direct debit.

Tentu saja ini kabar yang menggembirakan karena direct debit bisa digunakan untuk beberapa hal. Seperti pembayaran gaji atau pembelian karcis dalam jumlah besar. Jika dilihat lagi dalam data terkini, rata-rata transaksi menggunakan direct debit sebesar Rp350.000.

Bahkan, boleh dikatakan rata-rata transaksi tersebut lebih besar daripada penggunaan e-wallet meskipun sedikit lebih minim daripada virtual account

Hal ini menandakan bahwa direct debit tidak lagi menjadi sebuah alternatif. Melainkan juga di kemudian hari bisa menjadi metode pembayaran utama. Seiring kecepatan internet yang melesat, metode ini lambat laun akan menjadi pilihan utama bagi pelanggan maupun penjual.

Xendit Sebagai Payment Gateway

Inilah alasan mengapa direct debit bisa menjadi metode pembayaran di masa depan. Ketika Anda telah memahami pentingnya bagaimana direct debit berkembang dan menjadi pilihan bagi pelanggan, Anda siap menjalankan bisnis. Agar bisnis berkembang, gunakan metode pembayaran yang sesuai dengan preferensi pelanggan.  

Menerima pembayaran sesuai preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bisnis Anda. Dengan Xendit, Anda dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual account (transfer bank), kartu kredit/debit, gerai retail, dan cicilan tanpa kartu kredit/debit.

Daftar sekarang tanpa dikenakan biaya pengaturan dan perawatan, hanya bayar sesuai penggunaan. Cari tahu selengkapnya mengenai Payment Gateway Terbaik di website kami atau segera daftar dan coba demo gratis Xendit sekarang!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait

Kembangkan bisnis Anda! Nikmati bebas biaya 1 tahun.

Klaim promo sekarang!