image/svg+xml

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

Apakah Anda Tahu Cara Mengukur Kesuksesan Pemasaran Media Sosial?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Tumbuhnya pemasaran melalui media sosial perlahan diiringi dengan hadirnya analytics tools, yang berfungsi untuk mengukur kesuksesan aktivitas digital marketing. Peran analytics tools untuk media sosial adalah membantu Anda mengukur keberhasilan kinerja media sosial yang Anda jalankan.

Source: freepik.com

Misalnya saja Anda membuat konten video yang membutuhkan usaha besar seperti waktu dan biaya yang harus dikeluarkan, namun pada akhirnya penonton video tersebut hanya 5 audiens. Hal ini sangat tidak efektif dan dapat dikatakan merugikan bisnis Anda. Maka dari itu, metrics atau data diperlukan untuk melihat efektivitas pemasaran melalui kinerja media sosial. Sehingga, selanjutnya ketika Anda membuat konten marketing untuk media sosial, Anda dapat menentukan konten yang tepat berdasarkan data. Lalu, bagaimana cara mengetahui kesuksesan social media marketing? Berikut yang harus Anda lakukan.

1. Analisis Social Media Exposure

Mengetahui potential audience sangat penting bagi bisnis Anda, sebab dari sini Anda dapat menentukan berapa banyak jumlah produk yang dapat Anda jual. Seberapa besar audiens yang dapat Anda jangkau melalui media sosial, dapat berpengaruh pada besar penjualan yang akan terjadi. Jadi Anda perlu melakukan pengukuran persentase audience growth rate.

Misalnya pada Twitter, Anda dapat menghitung jumlah pengguna yang me-retweet cuitan Anda dalam satu bulan. Lalu lakukan pemantauan untuk melihat seberapa besar perkembangan dari target audiens. Sedangkan pada YouTube, Anda dapat membandingkan jumlah viewer dan subscriber dalam jangka waktu tertentu.

2. Ketahui Bagaimana Kesuksesan Engagement yang Anda Bangun

Ketertarikan audiens untuk menanggapi pesan Anda atau biasa disebut dengan engagement, dapat dilakukan dengan melihat jumlah user yang merespon pesan tersebut. Misalnya pada instagram, dapat dilihat dari berapa besar jumlah like dan comment pada setiap post yang Anda unggah. Sementara pada YouTube, Anda bisa melihat jumlah user yang mengakses link, me-retweet, me-reply, dan mengirim pesan langsung atau DM.  

3. Melakukan Tracking Influence

Mengukur dampak dari engagement yang Anda bangun dapat dilakukan melalui tracking influence yaitu melakukan perhitungan subjektif berdasarkan perspektif bisnis Anda. Lalu, bagaimana dampak dari engagement tersebut? Apakah pengaruh yang diterima audiens Anda positif, negatif atau netral?

Setelah melihat dampak tersebut, Anda dapat mengetahui siapa saja yang selama ini berinteraksi dan tertarik dengan brand Anda. Apakah pengguna yang berinteraksi dengan Anda adalah influencer dengan follower besar atau hanya user biasa. Sehingga Anda dapat mengetahui seberapa kuat hubungan yang Anda ciptakan dengan mereka.

4. Tahap Lead Generation

Tahap lead generation harus Anda lakukan untuk audiens yang telah aware terhadap brand Anda, setelah melalui exposure, influence dan engagement yang merupakan representasi brand awareness. Anda perlu melakukan tahap ini untuk mendorong audiens tersebut melakukan aksi yang lebih jauh, misalnya mengarahkan audiens melakukan transaksi. Melalui lead generation, Anda bisa melakukan perhitungan Return on Investment (ROI), sehingga tercapai atau tidaknya tujuan Anda dapat diketahui.

Untuk mencapai tahap ini Anda harus memaksimalkan pemanfaatan media sosial, email marketing, website bisnis, iklan online, dan konten yang menarik untuk membuat mereka melakukan transaksi. Selanjutnya Anda bisa mengukur keberhasilan campaign pemasaran media sosial tersebut menggunakan ROI. Sehingga dapat menentukan keputusan akan melanjutkan campaign tersebut atau tidak.

Jika Anda telah berhasil mendorong audiens Anda untuk melakukan transaksi, maka selanjutnya Anda harus mengupayakan kemudahan transaksi yang akan mereka lakukan. Anda perlu memikirkan sistem transaksi yang dapat langsung dilakukan melalui website, baca juga cara mudah bikin Web. Hal ini ditujukan agar calon pembeli Anda dapat langsung membayar pesanannya saat itu juga. Untuk mengakomodasi penerimaan pembayaran melalui berbagai metode, Anda perlu menggunakan layanan payment gateway seperti Xendit.

Fungsi dari Xendit bisnis Anda adalah untuk mengintegrasi berbagai metode pembayaran yang dilakukan oleh pembeli. Metode pembayaran yang dapat digunakan pembeli yaitu melalui transfer bank, kartu kredit, virtual account, maupun retail outlet seperti Alfamart. Jadi pembeli dari berbagai kalangan bisa melakukan transaksi dengan mudah untuk membeli produk Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar payment gateway atau sistem penerimaan pembayaran untuk website, jangan ragu menghubungi Tim Xendit. Saat ini, Anda juga dapat memanfaatkan layanan free trial yang disediakan Xendit secara gratis.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait