image/svg+xml

Blog

Dapatkan update terbaru terkait industri fintech, produk Xendit dan dapatkan tips untuk mengembangkan produk Anda.

A/B Testing Sebagai Kiat Mudah untuk Membantu Bisnis Anda

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Mengapa pelanggan tertarik membeli produk Anda? Apakah karena desain kemasan? Garansi tahan lama? Atau harga yang murah? Jika Anda ingin mengetahuinya, bisa menggunakan a/b testing.

A/b testing adalah semacam alat untuk mengetahui respons dan perilaku pelanggan dengan memberikan dua sampel. Tujuannya, agar memberikan gambaran tentang desain kemasan yang cocok dengan pelanggan. Selain itu, pesan yang disampaikan efektif dan memiliki landing page yang sesuai.

Cara ini sangat mudah untuk dilakukan. Dalam bisnis, Anda pasti berusaha mengetahui karakter pembeli. Sebab, selalu ada kemungkinan selera pelanggan berubah dari masa ke masa. Maka dari itu, a/b testing sangat sesuai untuk diimplementasikan.

Sebenarnya, a/b testing seperti Anda melakukan penelitian ilmiah. Ada dua sampel, yang bagus dan biasa saja. Ketika melihat hasilnya, Anda bisa segera melakukan perencanaan, persiapan, dan peluncuran produk. Apakah produk lama dimunculkan kembali atau mengerjakan produk terbaru.

Lalu, bagaimana cara kerja a/b testing?

1. Mencoba Gagasan Anda

Suatu kali Anda dihadapkan dengan pertanyaan yang mengandung dilema. Lebih makan setelah mandi, atau sebaliknya. Pertanyaan tersebut bisa mengetahui karakter Anda.

Jika dalam a/b testing, pelanggan dihadapkan dua varian landing page yang sama ke pelanggan situs web dengan segmen berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk membandingkan mana variasi yang lebih menghasilkan konversi.

2. Menguji dengan Warna

Cara paling mudah untuk menguji dua varian berbeda adalah menampilkan warna yang tidak sama. Anda bisa mengujinya dengan memberikan, misal, warna biru dan merah pada headline situs web Anda.

Uji coba ini diperlukan untuk mengetahui conversion rate dari setiap varian. Dari situlah Anda bisa mengetahui varian mana yang cocok pada situs web Anda.

3. Menguji dengan Font

Ada banyak font yang tersedia dalam sebuah aplikasi. Dengan a/b testing, Anda bisa menerapkannya dalam sebuah pengujian. Misal, Anda memberikan landing page dengan huruf Comic Sans, sedangkan di waktu berbeda, Anda menggantinya dengan Arial.

Ketika mengetahui hasilnya, Anda bisa memperkirakan apakah situs web yang Anda jalankan masih menarik minat atau tidak. Konversi yang tidak seimbang memudahkan Anda untuk mengambil keputusan.

4. Menguji dengan Tata Letak

Apakah pelanggan kesulitan untuk menemukan kata sign up? Maka bisa jadi Anda keliru menempatkannya. Cobalah bereksperimen dengan tata letak yang tidak biasa.

A/b testing bisa Anda manfaatkan untuk memperbaikinya.

Toh, bisa jadi setelah melihat hasilnya, keinginan untuk melakukan sign up akan berdampak pada bisnis Anda.

Mengapa Anda harus melakukan a/b testing?

1. Memberikan Kenyamanan Pelanggan

Bisnis Anda akan semakin berkembang ketika pelanggan selalu merasa nyaman dengan kualitas pelayanan. Salah satunya ketika Anda mendapatkan hasil dari a/b testing.

Ketika pelanggan senang, mampu memahami penjelasan di situs web Anda, dan sesuai apa yang diharapkannya maka bukan tidak mungkin penjualan produk akan naik.

2. Dampak Positif yang Signifikan

Anda mungkin penasaran mengapa orang-orang jarang mengunjungi situs web Anda. Jawabannya bisa jadi desain situs web yang kurang menarik perhatian. Maka, a/b testing adalah cara jitu yang bisa Anda gunakan.

Akan ada dampak positif tidak hanya berupa perubahan font, warna, atau tata letak melainkan juga penambahan pengunjung pada situs web Anda. Sekecil apa pun perbedaan pasti akan memengaruhi visibilitas dan tingkat penjualan bisnis Anda.

3. Meningkatkan Conversion Rate

Salah satu mengapa Anda harus melakukan a/b testing dalam bisnis adalah meningkatkan conversion rate. Ia tidak hanya dihitung dari naiknya penjualan produk Anda melainkan juga jumlah pelanggan baru, pengunjung yang sering share artikel ke media sosialnya, atau berlangganan tentang promosi produk melalui email.

Ketika Anda telah mengetahui metode a/b testing maka yang perlu Anda lakukan adalah segera menerapkannya. Agar bisnis Anda makin berkembang, pastikan pula metode pembayaran Anda sesuai dengan preferensi pelanggan.

Menerima pembayaran sesuai dengan preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bagi bisnis Anda. Dengan Xendit, Anda dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual account (transfer bank), kartu kredit/debut, gerai retail dan cicilan tanpa kartu kredit.

Integrasikan Xendit di toko online Anda yang menggunakan plugin Shopify, WooCommerce, OpenCart dan banyak lagi dengan mudah dan instan.

Daftar sekarang tanpa dikenakan biaya pengaturan dan perawatan, hanya bayar sesuai penggunaan. Cari tahu selengkapnya mengenai Xendit di website kami atau segera daftar dan coba demo gratis Xendit sekarang!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel terkait